OPERATOR BORLAND C++


LAPORAN PRAKTIKUM


ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN 1
OPERATOR DAN OPERAND






 







Oleh :
NAMA                :             KARIMATUL MUNAWARAH
NIM                    :             1801301082


PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT
2018


1.      Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat menggunakan Operator dan Operand pada bahasa pemrograman C++ sesuai dengan algoritma yang benar.
2.      Isi Praktikum
A.    Operator Aritmatika
Operator Aritmatika adalah operator matimatis dalam pemrograman yang digunakan untuk menyelesaikan operasi matematika dalam pemrograman. Terdapat beberapa jenis operator aritmatika, yaitu:
a)      Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah :
Table 1 Operator Binary  
Operator
Keterangan
Contoh
*
Perkalian
4 * 5
/
Pembagian
8 /  2
%
Sisa Pembagian
5 % 2
+
Penjumlahan
7 + 2
-
Pengurangan
6        - 2
1)      Perkalian
Operator perkalian dilambangkan dengan tangda (*) yang digunakan untuk operasi perkalian/penggandaan suatu nilai dalam pemrograman.
Contoh : Double hasil = nilai1 * nilai2;
2)      Pembagian
Operator Pembagian dilambangkan dengan tanda (/) yang digunakan untuk operasi pembagian dalam pemrograman.
Contoh : Long akar = a/b;
Contoh di atas merupakan penerapan operasi aritmatika pembagian untuk mengisi sebuah variabel dalam deklarasi.

3)      Modulus
Operator Modulus dilambangkan dengan tanda (%) yang digunakan untuk mencari sisa hasil bagi dari hasil pembagian dua bilangan.
Contoh : if (a%b==1)
Contoh di atas merupakan penerapan operasi aritmatika modulus dalam mencari sisa hasil bagi 1 dalam if.
4)      Penjumlahan
Operator penjumlahan dilambangkan dengan tanda (+) yang digunakan untuk operasi pertambahan dalam pemrograman bila dalam fungsi aritmatika.
Contoh : int a = b + c;
5)      Pengurangan
Operator Pengurangan dilambangkan dengan tanda (-) yang digunakan untuk operasi pengurangan dalam pemrograman.
Contoh : int kurang = nilaiakhir – nilai awal;
Contoh di atas merupakan penerapan operasi aritmatika pengurangan untuk mengisi sebuah variabel disebut deklarasi.
Contoh di atas merupakan penerapan operasi aritmatika perkalian untuk mengisi sebuah variabel dalam deklarasi.
b)      Operator yang tergolong sebagai operator unary adalah:
Table 2 Operator Unary
Operator
Keterangan
Contoh
+
Tanda plus
-4
-
Tanda Minus
+6


Contoh program

Hasil running

B.     Ekspreasi Aritmatika
Eksprresi aritmatika adalah sebuah pernyataan yang berisi nilai-nilai bergabung berrsama oleh satu atau lebih operator aritmatika dan yang diproses sebagai nilai numerik tunggal.
Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyatanpemberi nilai. Bentuk umum:

Ø  Variabel, dikenal dengan sebutan LValue (Left Value)
Ø  Ekspresi aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value)
Ø  Tanda “ = “, dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator).
LValue harus selalu berupa variabel tunggal. Bila LValue bukan berupa variabel, maka akan tampil pesan kesalahan LValuerequired in function…
RValue dapat berupa konstanta, variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika.
C.    Hierarki Operator Aritmatika
Di dalam suatu ekspresi aritmatika, selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda secara bersamaan. Urutan operator aritmatika sebagai berikut:
Table 3 Hierarki Operator Aritmatika
Operator
Keterangan
*atau /
Tingkat operator sama (tertinggi), penggunaan bergantung pada posisinya yang di depan didahulukan
%
Sisa pembagian
+ atau -
Tingkat operator sama (terendah), penggunaan bergantung pada posisinya, urutan sebelah kiri didahulukan kemudian sebelah kanan.

Contoh:
A = 8 + 2 * 3 / 6
Langkah perhitungannya:
A = 8 + 6 / 6 ( 6 / 6 = 1 )
A = 8 + 1
A = 9
Tingkat operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”.
Contoh:
A = ( 8 + 2 ) * 3 / 6
Langkah penghitungannya :
A = 10 * 3 / 6
A = 30 / 6
A = 5
Contoh program:

Hasil running:

D.    Operator Pemberi Nilai Aritmatika
Sebelumnya kita telah mengenal operator peberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “=”. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai : A = A + 1
Dari penulisan ekspresi di atas, Borland C++ menyederhanakan menjadi A+ = 1
Notasi “+=” ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika. Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatika, diantaranya :



Table 4 Operator Pemberi Nilai Aritmatika
Operator
Keterangan
*=
Perkalian
/=
Pembagian
%=
Sisa Pembagian
+=
Penjumlahan
-=
Pengurangan

E.     Operator Penambahan dan Pengurangan
Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai, Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang.
Table 5 Operator Penambahan dan Pengurangan
Operator
Keterangan
++
Penambahan
--
Pengurangan

A = A + 1 atau A = A – 1 disederhanakan menjadi:
A+ = 1 atau A- = 1 masih dapat disederhanakan menjadi A++ atau A—
Notasi “++” atau “—“ dapat diletakkan di depan atau di belakang variabel.
Contoh: A++ atau ++A / A-- atau --A
Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti berbeda, berikut perbedaan yang terjadi dalam penulisan notasi:
1)      Jika diletakkan di depan variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini, sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan.
2)      Jika diletakkan di belakang variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan.

Contoh program:


Hasil running:

F.     Operator Relasi
Operator relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).
Table 6 Operator Relasi
Operator
Keterangan
==
Sama Dengan ( bukan pemberi nilai )
!=
Tidak Sama Dengan
Lebih Dari
Kurang Dari
>=
Lebih Dari Sama Dengan
<=
Kurang Dari Sama Dengan
Contoh program:

Hasil running:

G.    Operator Logika
Operator logika adalah operator yang digunakan untuk menggabungkan dua kalimat sehingga terbentuk kalimat gabungan.
Table 7 Operator Logika
Operator
Keterangan
&&
Operator Logika And
||
Operator Logika Or
!
Operator Logika Not

a)      Operator Logika And
Operator logika and digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap benar, bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai benar.
Contoh :
Ekspresi relasi-1 → A + 4 < 10
Ekspresi relasi-2 → B > A + 5
Ekspresi relasi-3 → C – 3 >= 4
Penggabungan ketiga ekspresi relasi di atas menjadi :
A + 4 < 10 && > A + 5 && C – 3 >= 4
Jika nilai A = 3; B = 3; C = 7, maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai:
1)      Ekspresi relasi-1→ A + 4 < 10           → 3 + 4 < 10   →BENAR
2)      Ekspresi relasi-2 → B > A + 5           → 3 > 3 + 5     →SALAH
3)      Ekspresi relasi-3 → C – 3 >= 4          → 7 – 3 >= 4   →BENAR
Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai benar, maka:
A + 4 < 10 && B > A + 5 && C – 3 >= 4          SALAH = 0


Contoh program:

Hasil running:




b)     Operator Logika Or
Operator logika or digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap benar, bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai benar dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai salah, maka akan bernilai salah.
Contoh:
Ekspresi relasi-1 A + 4 < 10
Ekspresi relasi-2 B > A + 5
Ekspresi relasi-3 → C – 3 > 4
Penggabungan ketiga ekspresi relasi di atas menjadi:
A + 4 < 10 | | > A + 5 | | C – 3 > 4
Jika nilai A = 3; B = 3; C = 7, maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai:
1)      Ekspresi relasi-1→ A + 4 < 10           → 3 + 4 < 10   →BENAR
2)      Ekspresi relasi-2 → B > A + 5           → 3 > 3 + 5     →SALAH
3)      Ekspresi relasi-3 → C – 3 >= 4          → 7 – 3 > 4     →SALAH
Dilihat dari ekspresi di atas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai benar, maka ekspresi tersebut tetap bernilai benar.
A + 4 < 10 | | B > A + 5 | | C – 3 >= 4     BENAR = 1


Contoh program:


Hasil running:



 c)      Operator Logika Not
Operator logika not adalah operator logika yang akan memberikan nilai kebalikan dari ekspresi yang disebutkan. Jika nilai yang disebutkan bernilai benar maka akan menghasilkan nilai salah, begitu pula sebaliknya.
Contoh :
Ekspresi relasi A = 4 < 10
Penggunaan operator logika not di atas menjadi :
! ( A + 4 < 10 )
Jika nilai A = 3; maka ekspresi tersebut mempunyai nilai:
Ekspresi relasi-1 → A + 4 < 10                → 3 + 4 < 10   → BENAR
Dilihat dari ekspresi di atas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai benar dan jika digunakan operator logika not, maka ekspresi tersebut akan bernilai salah.
! ( A + 4 < 10 )                                         → ! (BENAR) = SALAH = 0
Contoh program:




Hasil running:

H.    Operator Bitwise
Operator bitwise adalah operator yang digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise.
Table 8 Operator Bitwise
Operator
Keterangan
~
Bitwise Not
<< 
Bitwise Shift Left
>> 
Bitwise Shift Right
&
Bitwise And
˄
Bitwise Xor
|
Bitwise Or

a)      Operator Bitwise << (Shift Left)
Operator Bitwise Shift Left adalah operator yang digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kiri.
Contoh :
0000000011001001 = 201
/ / / / / / /     digeser 1 bit ke kiri
0000000110010010 = 402
Di bagian kanan disisipkan 0 sebanyak bit yang digeser.

Contoh program:

Hasil running:

b)     Operator bitwise >> ( shift right )
Operator bitwise right adalah operator yang digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan.
Contoh:
0000000011001001 = 201
                 / / / / / / / /         digeser satu bit ke kanan
0000000001100100 = 100
Di bagian kanan disisipkan 0 sebanyak bit yang digeser.

Contoh program:

Hasil running:

c)      Operasi bitwise & (and)
Operator bitwise and adalah operator yang digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand, akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1).
Berikut merupakan ilustrasi untuk membandingkan bit dari dua operand:
Table 9 Operasi bitwise & (and)
Bit operand 1
Bit operand 2
Hasil operand
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1

Contoh:
11001001 = 201
01100100 = 100
                                                     AND
01000000 =  64

Contoh program:

Hasil running:




d)     Operator bitwise | (or)
Operator bitwise or adalah operator yang digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1).
Berikut merupakan ilustrasi untuk membandingkan bit dari dua operand:
Table 10 Operator bitwise | (or)
Bit operand 1
Bit operand 2
Hasil operand
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1

Contoh:
11001001 = 201
01100100 = 100
                                                     OR
11101101 = 237
Contoh program:



Hasil running:

e)      Operator bitwise ˄ ( exclusive or)
Operasi bitewise Xor adalah operator yang digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand, akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1).
Berikut merupakan ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand:
Table 11 Operator bitwise ˄ (exclusive or)
Bit operand 1
Bit operand 2
Hasil operand
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0
                   Contoh:
                   11001001 = 201
                   01100100 = 100
                                                     XOR
                   10101101 = 173


Contoh program:
Hasil running:

f)       Operator bitwise ! (not)
Operator bitwise not adalah operator yang digunakan untuk membalik nilai bit dari suatu operand.
Berikut merupakan ilustrasi untuk membandingkan bit dari dua operand:
Table 12 Operator bitwise ! (not)
Bit operand
Hasil
0
1
1
0

Contoh:
00001000 = 8
 | | | | | | | |
11110111 = 247 = -9
Contoh program:

Hasil running:

3.      Latihan soal
A.    Tentukan hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika di bawah ini:
Diberikan nilai A = 3; B = 6; C = 2; K = 5; L = 4; M = 3
a)        D = ( 4 + 2 > A && B - 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 );
b)        K = K + 5 < M || C * M < L && 2 * M - L > 0;
c)        F = L + 5 < M || C * K - L && 2 * K - L > 0;
d)       G = A * 4 <= 3 * M + B;
e)        H = K + 10 > A && L - 2 > 4 * C;
Jawab:
Berikut merupakan  program pada laman code block:

Dan berikut merupakan keluaran yang dihasilkan:




B.     Bagaimanakah keluaran yang dihasilkan oleh program di bawah ini?
#include<iostream>
#include<conio.h>
#include<stdlib.h>

using namespace std;

main()
{
    int a = 21;
    system("cls");

    cout<<" Nilai a   = "<<a<<endl;
    cout<<" Nilai a++ = "<<a++<<endl;
    cout<<" Nilai ++a = "<<++a<<endl;
    cout<<" Nilai --a = "<<--a<<endl;
    cout<<" Nilai a   = "<<a<<endl;
    a+= 3;
    cout<<" Nilai a   = "<<a<<endl;
    cout<<" Nilai ++a = "<<++a<<endl;
    cout<<" Nilai a++ = "<<a++<<endl;
    cout<<" Nilai --a = "<<--a<<endl;
    cout<<" Nilai a-- = "<<a--<<endl;

    getch();
}



Berikut merupakan program pada laman code block:

Dan berikut merupakan keluaran yang dihasilkan:




C.     Bagaimanakah keluaran yang dihasilkan oleh program di bawah ini?
#include <iostream>
#include <conio.h>

Using namespace std;
main()
{
    int a = 25;

    cout<<endl<<" Nilai a   = "<<a;
    cout<<endl<<" Nilai a++ = "<<a++;
    cout<<endl<<" Nilai ++a = "<<++a;
    cout<<endl<<" Nilai a-- = "<<a--;
    cout<<endl<<" Nilai a   = "<<a;

    a*=2;

    cout<<endl<<" Nilai a   = "<<a;
    cout<<endl<<" Nilai ++a = "<<++a;
    cout<<endl<<" Nilai a++ = "<<a++;
    cout<<endl<<" Nilai --a = "<<--a;
    cout<<endl<<" Nilai a-- = "<<a--;

    getch();
}



Berikut merupakan program pada laman code block:

Dan berikut merupakan keluaran yang dihasilkan:


Komentar